Padang – Momentum Hari Raya Iduladha membuat konsumsi daging sapi dan kambing meningkat di tengah masyarakat.
Namun, Anggota DPR RI Fraksi PKS, H. Rahmat Saleh, mengingatkan warga agar tidak melupakan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan.
Pesan tersebut disampaikan Rahmat Saleh saat kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) dalam rangka peningkatan konsumsi ikan di Kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Camat Lubeg, Anggota DPRD Kota Padang Hendrizal, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Perikanan Kota Padang Malizar, serta masyarakat dari Kecamatan Lubeg dan Bungus Teluk Kabung.
Dalam sambutannya, Rahmat menyinggung tradisi masyarakat yang biasanya menikmati daging kurban dalam jumlah besar saat Iduladha.
Menurutnya, hal tersebut wajar, namun pola konsumsi ikan tetap harus dipertahankan.
“Kemarin kita memasuki Iduladha. Ibu-ibu mendapatkan daging kurban, daging sapi atau daging kambing. Tetapi jangan lupa, konsumsi ikan juga harus tetap dijaga karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan baik untuk kesehatan,” kata Rahmat.
Ia menjelaskan, ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik yang mudah diperoleh masyarakat Sumatera Barat.
Dengan kandungan gizi yang lengkap, ikan berperan penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Rahmat menilai, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu terus ditanamkan dalam keluarga, terutama kepada anak-anak.
Menurutnya, konsumsi ikan yang cukup dapat membantu meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan generasi muda.
“Melalui program Gemarikan ini, kita ingin mengajak masyarakat, terutama ibu-ibu, agar membiasakan anak-anak makan ikan sejak dini. Kalau anak-anak terbiasa makan ikan, insya Allah gizinya lebih baik, kesehatannya lebih baik, dan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rahmat juga menyoroti ironi yang terjadi di Sumatera Barat.
Meski memiliki kekayaan laut yang melimpah, tingkat konsumsi ikan masyarakat dinilai belum optimal.
Menurutnya, Sumatera Barat memiliki garis pantai yang panjang, mulai dari wilayah Batahan di Pasaman Barat hingga Pesisir Selatan.
Ditambah lagi dengan keberadaan Kepulauan Mentawai yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia dan menjadi salah satu kawasan perikanan potensial.
“Padahal laut kita kaya dengan berbagai jenis ikan. Tetapi kadang ikan yang ditangkap justru lebih banyak dijual daripada dikonsumsi sendiri. Karena itu persoalan konsumsi ikan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga pengetahuan dan kemauan,” tuturnya.
Melalui Safari Gemarikan yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rahmat berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjadikan ikan sebagai menu utama keluarga, tidak hanya saat kegiatan sosialisasi berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai saat Iduladha kita hanya fokus pada daging kurban. Ikan juga harus tetap menjadi bagian dari pola makan keluarga karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.










