Rahmat Saleh: Sinergi Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Transformasi Global

Padang – Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menantang generasi muda Sumatera Barat untuk keluar dari zona nyaman politik praktis.

Dia mendorong para pemuda menjadi penggerak utama di sektor ekonomi kreatif, teknologi, dan pelestarian budaya di tengah disrupsi global.

Pesan tersebut disampaikan Kholid dalam agenda Silaturrahim Kepemudaan yang digelar DPW PKS Sumatera Barat di Padang, Selasa (14/07/26).

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan wilayah, serta berbagai elemen kepemudaan seperti Garuda Keadilan dan Gema Keadilan Sumbar.

Kholid menegaskan, tantangan pemuda saat ini bersifat multi-dimensi. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di era transformasi global.

“Anak muda harus menjadi penggerak ekonomi kreatif, UMKM digital, dan inovasi *start-up*. Di sisi lain, mereka juga harus menjaga identitas budaya bangsa dengan wawasan global yang luas,” ujar Kholid di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda dalam politik harus dibarengi dengan idealisme dan gagasan segar. Hal ini krusial untuk memastikan kebijakan negara ke depan tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Ketua DPW PKS Sumbar, Ulyadi, menyambut positif arahan tersebut. Ia menilai kehadiran pimpinan pusat menjadi suntikan semangat bagi kader muda di daerah untuk lebih berdampak bagi masyarakat.

“Kehadiran Sekjen menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak memajukan daerah dan bangsa melalui aksi nyata,” ungkap Ulyadi.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Masa Depan: Memimpin Perubahan di Era Transformasi Global” ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif.

Para peserta dari berbagai simpul kepemudaan tampak antusias menyampaikan aspirasi dan gagasan kritis terkait kesiapan mereka menghadapi tantangan masa depan.’

Sementara itu, Wasekjen DPP PKS Rahmat Saleh menyebutkan, forum silaturahim tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarorganisasi kepemudaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga harus dibekali kapasitas, jejaring, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

“Kami ingin anak-anak muda Sumatera Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Sinergi antarkomunitas dan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat agar potensi generasi muda dapat berkembang secara maksimal,” ujar Rahmat.

Ia berharap kegiatan seperti Silaturrahim Kepemudaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah bertukar gagasan, memperluas kolaborasi, sekaligus melahirkan kepemimpinan muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Share Berita Ini
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email