Rahmat Saleh Khawatir Budaya Makan Ikan Kalah oleh Tren Makanan Siap Saji

Padang – Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengaku khawatir budaya konsumsi ikan di tengah masyarakat semakin menurun seiring meningkatnya tren makanan siap saji dan layanan pesan antar makanan.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Rahmat Saleh saat kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) di Kelurahan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Rahmat, ikan merupakan sumber protein yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecerdasan.

Namun, pola konsumsi masyarakat perlahan berubah karena kemudahan memperoleh berbagai makanan siap saji melalui aplikasi digital.

“Saya khawatir budaya konsumsi ikan semakin menurun. Sekarang masyarakat semakin terbiasa membeli makanan siap saji melalui berbagai aplikasi. Padahal manfaat ikan sangat besar untuk kesehatan dan kecerdasan,” kata Rahmat.

Ia menilai banyak keluarga yang tanpa sadar mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli makanan siap saji dibandingkan memasak sendiri di rumah.

Padahal, dengan anggaran yang sama, masyarakat dapat menyediakan menu ikan yang lebih sehat dan bergizi bagi keluarga.

“Saya kadang melihat anak-anak membeli makanan yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan jika dimasak sendiri di rumah. Dengan biaya yang sama, kita bisa mendapatkan lauk ikan yang lebih bergizi,” ujarnya.

Rahmat mengajak para orang tua membangun pola hidup sehat sejak dini dengan membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan.

Menurutnya, kebiasaan tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan generasi muda yang sehat dan memiliki daya saing tinggi.

Dia mencontohkan negara-negara maju seperti Jepang yang memiliki budaya konsumsi ikan yang kuat.

Menurutnya, kebiasaan tersebut turut mendukung kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai berbagai bidang teknologi.

“Potensi kelautan yang kita miliki sangat besar. Karena itu, kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas generasi muda kita,” katanya.

Selain mengampanyekan gemar makan ikan, Rahmat mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan berbagai program pemerintah di sektor perikanan dan kelautan.

Ia menjelaskan bantuan pemerintah dapat diakses melalui kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok nelayan, maupun kelompok budidaya ikan.

“Kegiatan seperti ini menjadi media untuk mengedukasi masyarakat. Kalau ada kelompok yang sudah siap, silakan membuat proposal agar bisa mengakses berbagai program yang tersedia,” tuturnya.

Melalui Safari Gemarikan, Rahmat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus meningkat sehingga budaya makan ikan tetap terjaga di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Share Berita Ini
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email