Padang – Ditengah meningkatnya tantangan kebencanaan di Sumatera Barat, Anggota DPR RI Rahmat Saleh mendorong transformasi Kelompok Siaga Bencana (KSB) dengan membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan generasi muda.
Rahmat menilai, regenerasi relawan menjadi kebutuhan mendesak agar kesiapsiagaan bencana tidak hanya bertumpu pada pengalaman, tetapi juga didukung kemampuan adaptasi cepat dan penguasaan teknologi.
“Ke depan, rekrutmen KSB harus lebih banyak melibatkan anak muda. Mereka lebih cepat beradaptasi, lebih energik, dan kuat dalam pemanfaatan teknologi, terutama media sosial,” kata Rahmat di Koto Tangah Sabtu (2/5/2026) sore.
Ia menekankan, pola penanganan kebencanaan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran fisik di lapangan, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan terpercaya. Dalam hal ini, media sosial disebut menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan informasi dan membangun kepercayaan publik.
Sementara itu, Ketua KSB Koto Tangah Yulisman mengungkapkan masih adanya berbagai keterbatasan yang dihadapi relawan di lapangan, terutama terkait dukungan anggaran dan fasilitas kerja.
Ia menyebut, sebagian besar aktivitas KSB selama ini berjalan secara swadaya karena belum optimalnya dukungan dari instansi terkait.
“Selama ini banyak kegiatan kami yang tidak dianggarkan oleh BPBD. Kami bergerak secara swadaya,” kata Yulisman.
Menurutnya, fasilitas pendukung KSB juga masih jauh dari memadai. Kantor yang ada saat ini belum dapat difungsikan secara optimal untuk menunjang koordinasi dan kesiapsiagaan relawan.
“Kami punya kantor, tapi tidak ada fasilitas. Meja tidak ada, sistem tidak ada, bahkan internet pun tidak tersedia. Akhirnya kami banyak berkantor di kelurahan masing-masing,” ujarnya.
Yulisman juga menuturkan, saat terjadi bencana beberapa waktu lalu, lebih dari 200 relawan KSB dikerahkan selama 21 hari untuk membantu penanganan di sejumlah kecamatan terdampak di Kota Padang, seperti Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh.
“Waktu itu kami bergerak dengan peralatan seadanya. Yang penting kami turun membantu,” katanya.
Ia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pemangku kebijakan untuk memperkuat peran KSB sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat.