Rahmat Saleh: Sukses Bukan Jabatan, Tapi Hati yang Bahagia

Padang – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa ukuran kesuksesan tidak terletak pada jabatan atau kekuasaan, melainkan pada kebahagiaan batin.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri wirid bersama di Kantor Camat Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat (1/5/2026) sore.

Menurut Rahmat, banyak orang keliru memaknai sukses sebagai capaian materi dan posisi tinggi. Padahal, tidak sedikit orang yang memiliki kekuasaan, tetapi hidup tanpa kebahagiaan.

“Sukses itu bukan soal jabatan. Sukses itu ketika kita merasa bahagia dalam hidup,” ujarnya di hadapan jamaah wirid.

Ia mencontohkan sosok Firaun yang memiliki kekuasaan besar, namun justru dikenal karena kesombongan dan kezaliman.

Menurutnya, kekuasaan tanpa nilai keadilan tidak akan membawa ketenangan hidup.

Rahmat juga menyinggung kondisi global, termasuk konflik di Palestina. Ia menilai, penderitaan tidak selalu identik dengan hilangnya kebahagiaan.

“Banyak saudara kita di Palestina tetap tegar, bahkan tersenyum, karena mereka memaknai hidup dengan iman. Sementara yang punya kekuasaan, belum tentu hidupnya tenang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rahmat mengingatkan pentingnya menjauhi sikap zalim, termasuk dalam hal-hal sederhana seperti mengambil hak orang lain.

Ia mencontohkan persoalan sengketa lahan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

“Kalau kita mengambil hak orang lain, mungkin terlihat untung di dunia. Tapi itu akan menjadi beban dosa sepanjang hidup,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan penguasaan lahan dan sumber daya yang masih terjadi.

Menurutnya, keadilan harus menjadi perhatian bersama, termasuk dalam kebijakan negara.

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Rahmat mengaku terus mendorong penertiban terhadap praktik-praktik penyalahgunaan lahan.

“Tidak ada gunanya kita punya jabatan, harta, atau kekuasaan, kalau hidup kita penuh kezaliman. Semua itu akan kita tinggalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada akhirnya yang dibawa manusia bukanlah kekayaan atau pangkat, melainkan amal dan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.

Kegiatan wirid tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat serta kader setempat yang antusias mengikuti tausiyah hingga selesai.

Share Berita Ini
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
IMG-20260502-WA0108
ASASA
IMG-20260502-WA0018
IMG-20260501-WA0169
IMG-20260501-WA0175
IMG-20260501-WA0096
IMG-20260501-WA0137
IMG-20260501-WA0091
Rahmat salehe
ASK 1