Jakarta – Upaya penanganan bencana di sekitar kawasan Gunung Talang menjadi fokus perhatian dalam pengembangan wilayah Kabupaten Solok.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, yang menilai kawasan tersebut perlu pendekatan terencana dalam aspek mitigasi dan pemanfaatan potensi wisata secara berimbang.
Gunung Talang yang merupakan gunung api aktif memiliki risiko bencana yang perlu dikelola secara serius.
Karena itu, pembangunan jalur mitigasi bencana menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda.
“Kita tidak bisa menunggu sampai kejadian. Jalur mitigasi di Gunung Talang harus mulai dipetakan dan dibangun, agar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan merasa aman,” ujar Rahmat di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Ia menekankan pendekatan pembangunan di kawasan rawan bencana seperti Gunung Talang tidak boleh hanya bersifat administratif, namun harus didasarkan pada kajian akademis dan geologis yang menyeluruh.
Menurutnya, keterlibatan para ahli dan perguruan tinggi menjadi syarat mutlak.
“Saya menyarankan pemerintah daerah menggandeng kampus dan para akademisi agar ada hasil riset yang dapat dijadikan landasan kebijakan. Ini penting untuk memastikan semua langkah memiliki dasar ilmiah,” katanya.
Selain aspek mitigasi, kawasan Gunung Talang juga dinilai memiliki potensi besar sebagai objek wisata berbasis edukasi dan lingkungan.
Namun, pengembangannya harus berjalan seiring dengan pendekatan keselamatan.
“Wisata dan mitigasi harus jalan bersama. Jangan sampai wisata dikembangkan tapi aspek bencana diabaikan,” ungkapnya.
Rahmat menilai, apabila dikelola dengan pendekatan konservasi, kawasan Gunung Talang dapat menjadi contoh pengembangan wisata berbasis kebencanaan di Sumatera Barat.
Hal ini juga dinilai mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Solok.
“Potensi wisata di Solok ini luar biasa, tapi yang penting adalah bagaimana mengelolanya secara profesional dan berkelanjutan. Jangan sampai hanya mengejar pendapatan sesaat tanpa pikir panjang,” ujarnya.
Sebelumnya, aspirasi terkait Gunung Talang ini juga telah disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, kepada Rahmat Saleh dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Drh. Kenedy Hamzah.
Rahmat menegaskan akan mengawal aspirasi tersebut melalui jalur legislatif dan mendorong keterlibatan kementerian terkait.
“Ini bukan hanya soal daerah, tapi juga soal keselamatan dan ketahanan lingkungan nasional,” tutupnya.










