Rahmat Saleh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pauh Padang

Padang – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026).

Bantuan tersebut diberikan langsung saat ia meninjau lokasi ruko dan rumah petak yang hangus terbakar.

Rahmat menyerahkan santunan serta paket bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban yang kini berada di pengungsian.

Rahmat berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.

“Kami menyalurkan bantuan untuk kebutuhan awal para korban. Saya berharap bapak dan ibu yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Rahmat di lokasi kejadian.

Selain memberikan bantuan, Rahmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola dan menyimpan bahan-bahan yang mudah memicu api.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat mengelola atau menyimpan bahan yang memicu api. Kewaspadaan bersama sangat penting agar musibah serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada pukul 07.35 WIB dan diduga dipicu oleh ledakan dari bangunan yang menyimpan bahan bakar minyak (BBM).

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan 85 personel dari Damkar Kota Padang, Semen Padang, dan Universitas Andalas dikerahkan untuk memadamkan api.

Proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 08.40 WIB. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padang, api menghanguskan tiga ruko, dua toko, dan dua rumah petak.

Selain bangunan, tujuh unit sepeda motor, dua becak motor, serta dua gerobak kontainer minuman milik warga turut terbakar. Kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Musibah ini menyebabkan lima kepala keluarga (KK) dengan total 22 jiwa kehilangan tempat tinggal. Saat ini, seluruh korban terpaksa mengungsi akibat rumah mereka yang tidak lagi dapat dihuni.

Share Berita Ini
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email