Padang – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, memimpin doa bersama untuk mengenang maestro tari kontemporer Indonesia, Ery Mefri, dalam rangkaian Festival Tgl3 Nan Jombang di Ladang Tari Nan Jombang, Kuranji, Padang.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, seniman, serta masyarakat pecinta seni yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pendiri Nan Jombang Dance Company itu.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Saleh menyampaikan bahwa kepergian Ery Mefri menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Sumatera Barat, tetapi juga bagi dunia seni Indonesia. Ia menilai Ery sebagai sosok yang konsisten mengangkat nilai tradisi Minangkabau ke panggung global.
“Almarhum bukan hanya seniman, tetapi penjaga identitas budaya yang telah membawa nama Indonesia ke berbagai belahan dunia,” ujar Rahmat Saleh.
Ia juga menambahkan bahwa dedikasi Ery dalam mengembangkan tari kontemporer berbasis tradisi patut menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Menurutnya, karya-karya Ery menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan akar budaya.
Doa bersama tersebut menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang Ery Mefri di dunia seni. Seperti diketahui, Ery wafat pada Rabu (11/2/2026) siang, sebagaimana disampaikan oleh keluarga melalui kerabat dekat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni.
Ery Mefri dikenal sebagai koreografer berpengaruh yang telah berkarya sejak awal 1980-an. Ia mendirikan Nan Jombang Dance Company pada 1983 dan membawa kelompok tersebut tampil di berbagai panggung dunia sejak 2007, mencakup Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia.
Dalam perjalanan kariernya, ia menghasilkan lebih dari seratus karya, dengan sejumlah karya yang dikenal luas di mancanegara seperti Sarikaik, Rantau Berbisik, Sang Hawa, dan Tarian Malam. Karya-karya tersebut memperlihatkan kekuatan ekspresi kontemporer yang berakar dari tradisi Minangkabau.
Rahmat Saleh menegaskan, warisan Ery Mefri harus dijaga dan dilanjutkan. Ia secara tidak langsung mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas seni, untuk memastikan ruang-ruang kreatif seperti Ladang Tari Nan Jombang tetap hidup dan berkembang.
“Semangat dan karya beliau tidak boleh berhenti. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.