Padang – Musibah galodo yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang berdampak pada berbagai fasilitas sosial, termasuk Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh V.
Bangunan yang selama ini menjadi pusat musyawarah adat dan pengambilan keputusan masyarakat nagari tersebut mengalami kerusakan, sehingga aktivitas adat sempat terganggu.
Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 25 juta untuk mendukung percepatan pembangunan kembali Kantor KAN Pauh V.
Bantuan tersebut ditujukan sebagai dukungan awal agar fungsi kantor adat dapat segera pulih pascabencana.
Rahmat menyatakan kantor KAN memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
“Musibah galodo memang telah merusak bangunan, tetapi semangat masyarakat tidak boleh ikut runtuh. Kantor KAN adalah jantung adat yang harus segera kita bangun kembali,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan institusi adat sebagai penopang ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses rehabilitasi berjalan efektif.
KAN Pauh V menyambut baik bantuan tersebut dan menilai kepedulian terhadap pemulihan kantor KAN sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan adat dan budaya lokal.
Mereka berharap perbaikan kembali dapat segera dilakukan sehingga Kantor KAN Pauh V kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan adat dan simbol kebangkitan masyarakat pascagalodo.