Padang – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyoroti dampak signifikan bencana alam yang menerjang Sumatera Barat, khususnya terhadap sektor pertanian dan infrastruktur.
Ia mendesak pemerintah pusat untuk menjadikan pemulihan pertanian sebagai prioritas utama dalam agenda pemulihan pascabencana.
Melalui keterangan video yang dibagikan di media sosial, Rahmat Saleh menyampaikan keprihatinannya terhadap kerusakan infrastruktur, termasuk ratusan jembatan dan jalan, serta sektor pertanian yang terdampak longsor dan lumpur.
“Ratusan infrastruktur jembatan dan jalan rusak akibat bencana ini. Selain itu, sektor pertanian, khususnya jaringan irigasi, tertimbun longsor. Hamparan ratusan ribu hektare sawah juga kini terkendala karena tertutup lumpur,” ungkapnya.
Rahmat Saleh menekankan sawah bagi petani di Sumatera Barat bukan sekadar lahan, melainkan tumpuan hidup keluarga.
Ia mendesak pemerintah untuk segera memberikan bantuan konkret berupa subsidi dan solusi pekerjaan alternatif selama masa pemulihan.
“Hati saya terenyuh melihat hamparan sawah yang kini tertutup lumpur. Bagi saudara-saudara kita, sawah bukan sekadar lahan, tapi tumpuan hidup keluarga,” ujarnya.
Selain pemulihan infrastruktur, Rahmat Saleh juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi petani. Ia mendorong program subsidi dan solusi pekerjaan alternatif selama masa pemulihan.
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp60 triliun untuk penanganan bencana.
Rahmat berharap anggaran ini tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat terdampak.
“Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Sumatera Barat akan segera pulih. Mohon doa dan dukungannya,” pungkasnya.