Padang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat menargetkan kebangkitan kembali peran ulama dan intelektual muslim di Ranah Minang.
Instruksi ini disampaikan langsung oleh Presiden PKS, Almuzammil Yusuf, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Sumbar yang berlangsung di Padang, 27-28 Desember 2025.
Almuzammil menyerukan kepada seluruh kader dan pengurus PKS Sumbar untuk menjadikan Rakerwil ini sebagai momentum titik balik.
Ia menekankan pentingnya mewujudkan identitas Sumatera Barat yang berlandaskan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” dalam kepemimpinan yang nyata.
Dalam sambutannya, Almuzammil menegaskan bahwa kekuatan PKS di Sumatera Barat bersumber dari nilai-nilai keislaman yang selaras dengan karakter masyarakat setempat.
Ia juga menyoroti kerinduan masyarakat akan kembalinya tokoh-tokoh besar yang berasal dari Sumatera Barat.
“Sumatera Barat pernah melahirkan ulama sekaliber Buya Hamka dan politisi pejuang seperti Mohammad Natsir. PKS harus mampu melahirkan kembali pemimpin yang memiliki kedalaman ilmu agama dan ketangkasan dalam mengelola kekuasaan,” kata Almuzammil.
Lebih lanjut, Almuzammil menyebut tiga tokoh sebagai inspirasi bagi kader PKS dalam berpolitik: Buya Hamka (kedalaman ilmu), Mohammad Natsir (politisi santun dan jujur), dan Bung Hatta (integritas dan kedisiplinan).
“Jika PKS ingin menang dan membawa keberkahan, pegang teguh karakter tiga putra terbaik bangsa ini,” imbuhnya. Almuzammil juga mengapresiasi kesiapsiagaan relawan PKS Sumbar dalam membantu korban bencana.
Rakerwil ini dihadiri oleh Wasekjen PKS Rahmat Saleh, Gubernur Sumbar Mahyeldi (Ketua MPW PKS Sumbar), dan Ketua DSW PKS Sumbar Irsyad Syafar.
Agenda utama Rakerwil adalah merumuskan langkah strategis untuk memperkuat kaderisasi kepemimpinan berbasis ulama serta meningkatkan pelayanan sosial sebagai perwujudan visi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.